AbulHasan Ali Nadwi was born in the Takiya Kalaan Rae-Bareilly in North India on 5 December 1913, [12] [13] he was named Ali and his full name is Ali bin Abdul Hay bin Fahruddeen Al-Hasani. His linage joins to Hasan Al Musanna bin Imam Hasan bin Ali bin Abi Talib. [7] Scion of a educated family, which has produced scholars, Ulama, Atkiya
PendiriTarekat Sammaniyah, Syekh Muhammad Samman al-Madani (w.1776), adalah zuriat keturunan dari Sulthanul Auliya Syekh Abdul Qodir al-Jailani (w.1166), pendiri tarekat Qodiriyah, dari anaknya al-Hasan bin Syekh Abdul Qodir Jailani. Jika terus dirunut nasab silsilahnya bersambung langsung kepada Nabi Muhammad Saw dari cucunya Sayidina Hasan.
Sebagaimanadiketahui, Assayid Assyarif Syekh Prof. DR. Muhammad Fadil Al-Jilani Al-Hasani merupakan peneliti manuskrip kitab turots ternama, terutama turots-turots Syekh Abdul Qadir al-Jailani al-Hasani al-Husaini, sehingga hadiah tersebut cukup istimewa bagi Gubernur Khofifah. "Kami hadiahkan kitab tafsir ini untuk Saudari saya Ibu Khofifah.
Sayidas-Syekh Muhammad 'Ishom al-Hasani atau lebih dikenal sebagai Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani adalah seorang ulama Indonesia berdarah Arab.Ia lahir pada tanggal 15 Sya'ban 827 H atau 12 Juli 1424 M. Ia dikenal karena mendirikan Pondok Pesantren Al-Kahfi, Somalangu, Kebumen, sebuah pesantren tertua di Asia Tenggara.Ia lahir sebagai anak sulung dari lima bersaudara dari pasangan Abdur Rasyid
.
syekh muhammad fadhil al jailani al hasani